Skip to main content

Nasi Penggel yang khas dari Kota kebumen

Nasi Penggel yang khas dari Kota kebumen

Nasi Penggel berarti mengambil nasi yang dibentuk bulat-bulat seukuran bola pingpong. Nasi Penggel itu bermakna nasi yang dibulati. Saya mengambil 10 bulatan nasi yang diwadahi dengan daun pisang yang dibentuk ‘pincuk’. Biasanya pembeli akan mengambil 8-15 bulatan nasi dan menurut  saya sejumlah itu sudah sangat mengenyangkan. Bulatan Nasi Penggel ini diletakkan dalam bakul yang ditata berlapis-lapis. Setiap lapisan Nasi Penggel akan dipisahkan dengan lembaran daun pisang.

Nasi penggel juga biasa disantap dengan tempe goreng sebagai teman. Dan yang menjadi khas adalah sebagai pengganti piring, nasi penggel biasa disantap dengan pincuk -daun pisang yang dilipat membentuk semacam kerucut dan disatukan/dikaitkan menggunakan lidi.

Bahan :
  • 5 piring nasi hangat, bentuk bulat-bulat, lumuri tangan dengan minyak sayur terlabih dahulu agar tidak lengket
  • tempe / tahu goreng (sesuai selera)
  • emping goreng
Sayur/lodeh Gori :
  • 1/2 buah nangka muda, potong-potong, rebus
  • 1 ikat daun melinjo, ambil daunya
  • 3 sdm minyak goreng untuk menumis
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 3 lbr daun jeruk
  • 2 lbr daun salam
  • 750 santan dari 1/2 butir kelapa
  • 200 cc air
  • Garam, gula pasir secukupnya
  • Gula jawa secukupnya

Comments